beck

Minggu, 21 Februari 2010

glosarium

glosarium

kata-kata Internet

* attachment = lampiran
* bandwidth = lebar pita
* broadband = pita lebar, jalur lebar
* browser = peramban, penjelajah
* bulletin board = papan buletin
* chat = obrol, obrolan, rumpi
* crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)
* collission = tabrakan data
* connection = sambungan
* copy = salin, kopi, ganda
* cut = potong
* cyberspace = dunia maya
* database = pangkalan data, basis data
* delete/del = hapus
* domain = ranah
* download = ambil data, unduh, muat turun
* edit = sunting, ubah
* e-mail = imel, ratel / surel / surat-e (surat elektronik), posel (pos elektronik), surat digital
* forward/fwd (e-mail) = terusan
* homepage = laman
* hosting = hosting
* interferensi = gangguan signal (berkaitan dengan signal wireless)
* install = pasang
* interface = antarmuka
* keyword = kata kunci
* lag = lambat
* link = taut, kait, pautan, pranala
* load = muat
* login / log in / log on / logon = log masuk, masuk log, lihat sign in
* logout / log out / log off / logoff = log keluar, keluar log, lihat sign out
* network = jaringan
* newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi
* mailing list = milis, senarai, forum ratel
* network = jaringan
* networking = jejaring
* off line = tidak terhubung, terputus, luring (luar jaringan)
* online / on line = terhubung, tersambung, daring (dalam jaringan)
* passphrase = frase sandi, kalimat sandi
* password = kata sandi
* paste = tempel, rekatkan
* preview = pratonton, pratilik, pratayang
* internet service provider = penyelenggara jasa internet
* save = simpan
* scan = pindai
* server = peladen
* share / sharing = berbagi
* sign in / signin / sign on = catat masuk, lihat login
* sign out / sign off = catat keluar, lihat logout
* surfing = berselancar, selancar maya
* update = pemutakhiran, pembaruan
* upload = unggah, muat naik
* username = nama pengguna== Istilah internet ==

* attachment = lampiran
* bandwidth = lebar pita
* broadband = pita lebar, jalur lebar
* browser = peramban, penjelajah
* bulletin board = papan buletin
* chat = obrol, obrolan, rumpi
* crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)
* collission = tabrakan data
* connection = sambungan
* copy = salin, kopi, ganda
* cut = potong
* cyberspace = dunia maya
* database = pangkalan data, basis data
* delete/del = hapus
* domain = ranah
* download = ambil data, unduh, muat turun
* edit = sunting, ubah
* e-mail = imel, ratel / surel / surat-e (surat elektronik), posel (pos elektronik), surat digital
* forward/fwd (e-mail) = terusan
* homepage = laman
* hosting = hosting
* interferensi = gangguan signal (berkaitan dengan signal wireless)
* install = pasang
* interface = antarmuka
* keyword = kata kunci
* lag = lambat
* link = taut, kait, pautan, pranala
* load = muat
* login / log in / log on / logon = log masuk, masuk log, lihat sign in
* logout / log out / log off / logoff = log keluar, keluar log, lihat sign out
* network = jaringan
* newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi
* mailing list = milis, senarai, forum ratel
* network = jaringan
* networking = jejaring
* off line = tidak terhubung, terputus, luring (luar jaringan)
* online / on line = terhubung, tersambung, daring (dalam jaringan)
* passphrase = frase sandi, kalimat sandi
* password = kata sandi
* paste = tempel, rekatkan
* preview = pratonton, pratilik, pratayang
* internet service provider = penyelenggara jasa internet
* save = simpan
* scan = pindai
* server = peladen
* share / sharing = berbagi
* sign in / signin / sign on = catat masuk, lihat login
* sign out / sign off = catat keluar, lihat logout
* surfing = berselancar, selancar maya
* update = pemutakhiran, pembaruan
* upload = unggah, muat naik
* username = nama pengguna
* virtual reality = realitas maya
* webpage = halaman web
* website = situs web
* wireless = nirkabel

* virtual reality = realitas maya
* webpage = halaman web
* website = situs web
* wireless = nirkabel

office 2010

office 2010


VIVAnews - Belum rampung pengguna membiasakan diri dengan sistem operasi Windows 7 aplikasi kerja Office 2007, Microsoft sudah menyiapkan varian terbaru dari keduanya.

Setelah menyebutkan bahwa mereka sedang dalam proses persiapan untuk mengembangkan Windows 8, Microsoft kini bersiap menghadirkan generasi berikutnya dari Office.

Padahal, generasi penerus dari Office 2007 yakni Office 2010 sendiri baru akan diluncurkan tahun 2010 mendatang. Akan tetapi itu tidak menyurutkan langkah Microsoft untuk terus mengembangkan Office yang baru.

“Dengan peluncuran Office 2010 yang semakin dekat, kami sudah mulai merencanakan Office 15,” kata Greg Lindhorst, juru bicara Microsoft pada Softpedia, 8 Desember 2009. “Salah satu area yang kami tingkatkan adalah dukungan untuk SQL Server. Berdasarkan masukan dari komunitas, dukungan tersebut merupakan yang paling ditunggu-tunggu,” ucapnya.

Perlu dicatat, kata Lindhorst, kami saat ini masih dalam tahap perencanaan awal, dan mengingat banyak hal yang mungkin harus diinvestasikan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan pengembangan aktual.

Microsoft berencana merilis Office 2010 pada Juni 2010. Pengguna yang sudah terbiasa dengan evolusi yang dilakukan Microsoft tentu paham bahwa Windows dan Office terbaru akan selalu dihadirkan dalam periode waktu yang sudah ditentukan.

Saat ini, Office 2010 Beta 14.0.4536.1000 sudah tersedia untuk didownload. Anda yang berminat, bisa mengambilnya dari sini. Anda perlu menggunakan Windows XP ke atas, adapun ukuran download installer-nya adalah 684MB.

Rabu, 10 Februari 2010


Langkah-Langkah Merakit computer

Langkah-Langkah pemasangan Konektor

pemasangan kabel sebenernya gampang-gampang susah, yuk kita coba mempelajari cara crimping kabel UTP dengan Konektor RJ45.

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain :

1. Konektor RJ45

RJ45  Konektor

Ini Konektor yang akan menancap ke setiap perangkat yang akan dihubungkan, pemasangan harus mantap supaya komunikasi data juga bisa maksimal.

2. Kabel UTP

Ini kabel penghubung kita. Kabel UTP sebenernya ada beberapa kategori, biasanya yang dipake untuk LAN itu cat 5 dan 6.

3. Crimping Tool

Perangkat penting juga nih, digunakan untuk memasang kabel UTP ke konektor.

4. Kabel Tester

Untuk memastikan kabel yang sudah dibuat bisa digunakan, bisa menggunakan alat ini.

Oke deh, barang-barang sudah siap... mari kita mulai crimping...

  • kupas kulit kabel luar secukupnya, sisakan sekitar 2cm. kaya gambar disamping gini nih
  • Ada 2 tipe crimping kabel (yg gwe tau) yaitu CROSSOVER dan STRAIGHT. baca yang lengkap artikel ini, biar tau bedanya hehehe..
  • Urutkan kabel sesuai jenis kabel yang akan dibuat (cross atau straight) ratakan bagian depan sebelum di masukan kedalam konektor.
  • Masukan kabel kedalam konektor RJ45 dengan posisi konektor menghadap ke atas (pengait konektor diposisi bawah) dan posisi pin no 1 di paling kiri.
  • kencangkan jepitan konektor pada kabel dengan menggunakan crimping tool. sampai bunyi klik.
  • test kabel yang baru dibuat dengan menggunakan kabel tester.


VIOLA...VOILA..!!

.

.

APA itu CROSSOVER ?

APA itu STRAIGHT ?

Begini ceritanya...

Dari 8 kabel (4 pair) kabel UTP, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih. Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2 untuk TX, dan pin nomor 3-6 untuk RX. sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transmit dan receive data.

Standar 568 A memiliki kode warna kabel :

1. putih hijau
2. hijau
3. putih oranye
4. biru
5. putih biru
6. oranye
7. putih coklat
8. coklat

Standar 568 B memiliki kode warna kabel :
1. putih oranye
2. oranye
3. putih hijau
4. biru
5. putih biru
6. hijau
7. putih coklat
8. coklat

(kabel diurut dari sebelah kiri, gagang pengait konektor ada dibawah)

Nah, kalo udah gini jelaskan... apa yang disebut kabel straight dan apapula yang dibilang kabel cross....

STRAIGHT : kondisi dimana kedua ujung kabel memiliki urutan warna yang sama (A-A atau B-B). Biasanya dipakai dari switch ke PC.

Blog ini
Di-link Dari Sini
Web
Blog ini
Di-link Dari Sini

Web

Selasa, 02 Februari 2010

Internet Tercepat

Negeri Matahari Terbit, Jepang, sedang melakukan uji coba teknologi optik terbaru pada pekan ini. Luar biasa, teknologi itu bisa mencapai kecepatan transfer 30 terabyte per detik (Tbps) atau 32 miliar kilobyte per detik (Kbps)!
Dengan kecepatan seperti ini, Anda bisa mengirimkan data sebesar 3,9 juta megabyte (MB) dalam waktu satu detik saja. Kalau mau dihitung-hitung lagi, data 3,9 juta MB itu sama dengan 1.000 keping DVD film.
Sekadar pembanding, rata-rata kecepatan koneksi internet di dunia (menurut data pada akhir tahun 2008) adalah 1.500 Kbps. Wah, perbedaannya sangat jauh ya!
Uji coba ini dilakukan oleh KDDI R&D Labs, bersama dengan National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang. Teknologi yang mereka gunakan, memanfaatkan transmisi bernama OFDM (orthogonal frequency division multiplex).
Menurut KDDI, uji coba ini termasuk "serius". Mereka melakukannya dalam jarak 240 kilometer; jadi, bukan sekadar uji coba jarak dekat.
Apakah Anda ingin segara menjajal teknologi luar biasa ini? Bersabarlah. Menurut KDDI, mereka baru akan mengkomersialkannya pada 2012.

Rabu, 30 Desember 2009

Langkah-Langkah Merakit computer

Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit komputer, terutama bagi mereka yang baru belajar .. dari beberapa referensi yang saya pelajari .. maka berikut ini akan dijelaskan langkah demi langkah cara merakit komputer, mudah-mudahan bermanfaat .. Red. deden
Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah

BELAJAR IP ADRESS PART

BELAJAR IP ADRESS PART 1


1
IP Address dan Subnetting
IP Address & Subnetting
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda.
Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh
dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA),
dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID
diatur oleh pemilik IP address tersebut.
Contoh IP address untuk cisco.com adalah 198.133.219.25 untuk
www.ilkom.unsri.ac.id
dengan IP nya 202.39.35.3
Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000 . 00000000 . 00000000 . 00000000
o 1 o 2 o 3 o 4
Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID, Network ID yang
akan menetukan alamat dalam jaringan (network address) sedangkan Host ID
menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara
satu mesin dengan mesin lainnya
Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor
rumahnya
IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A sampai dengan kelas C.
Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan
karena sebagai valid host ids, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192, kelas C
191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.

2
IP Address dan Subnetting
Catatan :
• alam
at Network ID dan Hos ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika
semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat tersebut disebut flo
aded
broadcast
• ork, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket
alamat netw
remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
D
ari gambar dibawah ini perhatikan kelas A menyediakan jumlah network yang paling
sediikit namun menyediakan host id yang paling banyak dikarenakan hanya oktat
pertama yang digunakan untuk alamat network bandingkan dengan kelas B dan C.
U
ntuk mempermudah dalam menentukan kelas mana IP yang kita lihat, perhatikan
gambar dibawah ini. Pada saat kita menganalisa suatu alamat IP maka perhatikan oc
tet 8
bit pertamanya.
P
ada kelas A : 8 oktet pertama adalah alamat networknya, sedangkan sisanya 24 bits
merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.
Jadi admin dapat membuat banyak sekali alamat untu
k hostnya, dengan memperhatikan
2
– 2 = 16.777.214 host
24
N ; jumlah bit terakhir dari
kelas A
(2) adalah alamat loopback

3
IP Address dan Subnetting
Pada kelas B : menggunakan 16 bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai
bagian dari address. Dua octet sisanya (16 bits) digunakan untuk alamat host
2
– 2 = 65.534
16
P
ada kelas C : menggunakan 24 bit pertama untuk network dan 8 bits sisanya untuk
alamat host.
2
– 2 = 254
8
S
ubnetting
K
ita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru,
dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yan
g kita
miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi
beberapa network kecil.
U
ntuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana
sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
In
gat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 – 2
n
N = jumlah bit yang diselubungi
D
an rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2
– 2
m
M = jumlah bit yang belum diselubungi
C
ontoh kasus dengan penyelesaian I :
Ip
address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai
kelas B.
S
ubnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang bel
um diselubungi maka banyak
kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2
= 32 (256 – 224 = 32)
5
32 64 96 128 160 192 224
J
adi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
1
30.200.0.0 - 130.200.31.254 subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254

4
IP Address dan Subnetting
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh kasus dengan penyelesaian II :
T
erdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas
B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address
adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…

Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192
= 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Ja
di kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
K
asus ;
Kita mem
iliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask
255.255.224.0
D
engan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet ya
ng diberikan dapat diketahui IP address
adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224

Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipa
kai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160
192
D
engan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254

5
IP Address dan Subnetting
Kasus :
misalkan
kita menggunakan kelas C dengan network address 192.168.81.0 dengan
subnet mask 255.255.255.240, maka
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address
adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240

Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet ya
ng dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32
48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
M
aka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
K
asus :
Sebuah p
erusahaan yang baru berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap
kantor cabang mempunyai 255 workstation, network address yang tersedia adalah
164.10.0.0, buatlah subnet dengan jumlah subnet yang terbanyak
P
enyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk
host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 ag
ar
cukup.
M
aka subnetmask yang baru
11111111.11111111.1111111
0.00000000
255. 255. 254. 0
S
ubnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan
254.
J
umlah subnet (2
) = 128 – 2 = 26 subnet
7 – 2
Jumlah host / subnetnya (2
- 2 ) = 512 – 2 =
510 host
9

6
IP Address dan Subnetting
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
16
4.10.252.1 sampai 164.10.253.254
K
asus :
K
ita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet
masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Ju
mlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 2
– 2 = 2
2
Berapa banyak host per subnet, 2
– 2 = 62 host
6
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet
, maka terus tambahkan block size
sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena i
a
adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
S
ubnet 64 128
Host per 65 129
tama
Host terakhir 126 190
Alamat Broadca 127 191
st
C
ara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 ata
u
192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau
192.168.20.127.
K
asus
K
ita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet
masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
B
erapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 2
-3 = 6
3
Berapa banyak host per subnet, 2
– 2 = 30 host
5
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid k
arena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah

7
IP Address dan Subnetting
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
C
ara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 ata
u
192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau
192.168.10.63.
K
asus kelas C
K
ita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet
masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
B
erapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 2
-3 = 6
3
Berapa banyak host per subnet, 2
– 2 = 30 host
5
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid k
arena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
S
ubnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
C
ara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 ata
u
192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau
192.168.10.63.
K
asus :
D
i sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan
tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat
adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunak
an
kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!

8
IP Address dan Subnetting
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk m
engalokasikan sejumlah alamat pada
p
erusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size)
tertentu.
Contoh :
kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation
(/
) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang
bernilai 1).
Nilai maksim
um setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4
b
yte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar
class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit
sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30

9
IP Address dan Subnetting
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
D
imana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu
11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252
dan 254.
C
ontoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2
– 2 = 2
2
H
ost 2 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
14
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 6
4 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
H
ost pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.2 5 199.25
5 5
Keterangan, maka subnet 64 atau 172.16.6
.0 4.0, mempunyai host pertama 64.1 atau
1
72.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
C
ontoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask
255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2
– 2 = 254
8
H
ost 2 – 2 = 65.534
16
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3
dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya
menjadi 10.1.0.0, 10.2.
0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
H
ost pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host tera 10.1.255. … 10.254.255.
khir 254 254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.
255

BELAJAR IP ADRESS PART 1

BELAJAR IP ADRESS PART 1


1
IP Address dan Subnetting
IP Address & Subnetting
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda.
Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh
dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA),
dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID
diatur oleh pemilik IP address tersebut.
Contoh IP address untuk cisco.com adalah 198.133.219.25 untuk
www.ilkom.unsri.ac.id
dengan IP nya 202.39.35.3
Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000 . 00000000 . 00000000 . 00000000
o 1 o 2 o 3 o 4
Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID, Network ID yang
akan menetukan alamat dalam jaringan (network address) sedangkan Host ID
menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara
satu mesin dengan mesin lainnya
Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor
rumahnya
IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A sampai dengan kelas C.
Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan
karena sebagai valid host ids, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192, kelas C
191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.

2
IP Address dan Subnetting
Catatan :
• alam
at Network ID dan Hos ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika
semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat tersebut disebut flo
aded
broadcast
• ork, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket
alamat netw
remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
D
ari gambar dibawah ini perhatikan kelas A menyediakan jumlah network yang paling
sediikit namun menyediakan host id yang paling banyak dikarenakan hanya oktat
pertama yang digunakan untuk alamat network bandingkan dengan kelas B dan C.
U
ntuk mempermudah dalam menentukan kelas mana IP yang kita lihat, perhatikan
gambar dibawah ini. Pada saat kita menganalisa suatu alamat IP maka perhatikan oc
tet 8
bit pertamanya.
P
ada kelas A : 8 oktet pertama adalah alamat networknya, sedangkan sisanya 24 bits
merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.
Jadi admin dapat membuat banyak sekali alamat untu
k hostnya, dengan memperhatikan
2
– 2 = 16.777.214 host
24
N ; jumlah bit terakhir dari
kelas A
(2) adalah alamat loopback

3
IP Address dan Subnetting
Pada kelas B : menggunakan 16 bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai
bagian dari address. Dua octet sisanya (16 bits) digunakan untuk alamat host
2
– 2 = 65.534
16
P
ada kelas C : menggunakan 24 bit pertama untuk network dan 8 bits sisanya untuk
alamat host.
2
– 2 = 254
8
S
ubnetting
K
ita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru,
dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yan
g kita
miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi
beberapa network kecil.
U
ntuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana
sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
In
gat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 – 2
n
N = jumlah bit yang diselubungi
D
an rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2
– 2
m
M = jumlah bit yang belum diselubungi
C
ontoh kasus dengan penyelesaian I :
Ip
address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai
kelas B.
S
ubnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang bel
um diselubungi maka banyak
kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2
= 32 (256 – 224 = 32)
5
32 64 96 128 160 192 224
J
adi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
1
30.200.0.0 - 130.200.31.254 subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254

4
IP Address dan Subnetting
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh kasus dengan penyelesaian II :
T
erdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas
B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address
adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…

Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192
= 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Ja
di kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
K
asus ;
Kita mem
iliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask
255.255.224.0
D
engan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet ya
ng diberikan dapat diketahui IP address
adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224

Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipa
kai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160
192
D
engan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254

5
IP Address dan Subnetting
Kasus :
misalkan
kita menggunakan kelas C dengan network address 192.168.81.0 dengan
subnet mask 255.255.255.240, maka
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address
adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240

Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet ya
ng dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32
48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
M
aka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
K
asus :
Sebuah p
erusahaan yang baru berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap
kantor cabang mempunyai 255 workstation, network address yang tersedia adalah
164.10.0.0, buatlah subnet dengan jumlah subnet yang terbanyak
P
enyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk
host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 ag
ar
cukup.
M
aka subnetmask yang baru
11111111.11111111.1111111
0.00000000
255. 255. 254. 0
S
ubnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan
254.
J
umlah subnet (2
) = 128 – 2 = 26 subnet
7 – 2
Jumlah host / subnetnya (2
- 2 ) = 512 – 2 =
510 host
9

6
IP Address dan Subnetting
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
16
4.10.252.1 sampai 164.10.253.254
K
asus :
K
ita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet
masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Ju
mlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 2
– 2 = 2
2
Berapa banyak host per subnet, 2
– 2 = 62 host
6
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet
, maka terus tambahkan block size
sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena i
a
adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
S
ubnet 64 128
Host per 65 129
tama
Host terakhir 126 190
Alamat Broadca 127 191
st
C
ara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 ata
u
192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau
192.168.20.127.
K
asus
K
ita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet
masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
B
erapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 2
-3 = 6
3
Berapa banyak host per subnet, 2
– 2 = 30 host
5
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid k
arena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah

7
IP Address dan Subnetting
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
C
ara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 ata
u
192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau
192.168.10.63.
K
asus kelas C
K
ita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet
masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
B
erapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 2
-3 = 6
3
Berapa banyak host per subnet, 2
– 2 = 30 host
5
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid k
arena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
S
ubnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
C
ara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 ata
u
192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau
192.168.10.63.
K
asus :
D
i sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan
tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat
adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunak
an
kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!

8
IP Address dan Subnetting
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk m
engalokasikan sejumlah alamat pada
p
erusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size)
tertentu.
Contoh :
kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation
(/
) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang
bernilai 1).
Nilai maksim
um setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4
b
yte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar
class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit
sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30

9
IP Address dan Subnetting
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
D
imana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu
11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252
dan 254.
C
ontoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2
– 2 = 2
2
H
ost 2 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
14
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 6
4 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
H
ost pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.2 5 199.25
5 5
Keterangan, maka subnet 64 atau 172.16.6
.0 4.0, mempunyai host pertama 64.1 atau
1
72.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
C
ontoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask
255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2
– 2 = 254
8
H
ost 2 – 2 = 65.534
16
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3
dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya
menjadi 10.1.0.0, 10.2.
0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
H
ost pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host tera 10.1.255. … 10.254.255.
khir 254 254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.
255

Jaringan Pembukaan

Jaringan Pembukaan


SMK-TI



...........................................................................................................................................................................

PENGENALAN LAN
Pendahuluan
Kalo kita berbicara masalah internet, ada pandangan bahwa internet itu merupakan suatu hubungan antar komputer di seluruh dunia dengan pusat pada suatu komputer tertentu. Pandangan ini kurang benar, karena sebenarnya Internet merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan besar ataupun kecil diseluruh dunia. Nah, sebagai awalan kita akan mepelajari bagian internet tersebut yaitu jaringan local.
Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan/kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies.
Terdapat enam Network Topologi yaitu :
 Star
 Mesh
 Ring
 Bustree
 Hybrid
Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sbb :
- Twisted pair
- Coaxial cable
- Optical cable, atau
- Wireless.
Physical Topologi adalah bagaimana kabel digelar sedangkan Logical Topologi adalah bagaimana jaringan (network) bekerja pada ‘physical wiring’. Harus diingat bahwa representasi secara logical dari suatu topologi mungkin bias sangat berbeda dengan implementasi secara fisiknya (physical implementation).
Sebagai contoh semua workstation dalam suatu token ring, secara logical dihubungkan secara ring. Akan tetapi secara fisik setiap station dihubungkan (attached) ke ‘central hub’, seperti sebuah star topologi.
1. Topologi Jaringan
1.1 Topologi Bus atau Daisy Chain
Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
• merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
• umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
• signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
• problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.

Topologi Bus

1.2 Topologi Ring
Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
• lingkaran tertutup yang berisi node-node
• sederhana dalam layout
• signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
• problem: sama dengan topologi bus
• biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star


Topologi Ring
1.3 Topologi Star
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
• setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
• mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
• keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
• dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP


Topologi Star
1.4 Topologi Mesh
MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.



1.5 Topologi TREE
Tree topologi dibangun oleh Bus network yang dihubungkan secra bersama-sama. Contoh : setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Bus Network yang telh terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah tree teknologi yang bisa mengcover semua kampus. Karena tree topologi terdiri dari Bus topologi yang dihubungkan secra bersama maka tree topologi memiliki karakterisitik yang sama dengan Bus topologi.
Dia dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.
HYBRID
Hybrid Network adalah network yang dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi. Sebuah hybrid network mungkin, sebagi contoh, diakibatkan oleh sebuah pengambil alihan suatu perusahaan. Sehingga ketika digabungkan maka teknologi-teknologi yang berbeda tersebut harus digabungkan dalam sebuah network tunggal. Sebuah hybrid network memiliki semua karakterisitik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut.